http://apbipabali.org/babak-baru-dengan-genetic-computer-school-singapore/

Memasuki Babak Baru dengan Genetic Computer School Singapore

Pada hari Senin tanggal 26 Februari 2018 APBIPA Bali menjembatani penandatanganan MoU antara Universitas Ngurah Rai dengan Genetic Computer School yang berpusat di Singapura. Dalam pelaksanaannya program ini akan berada di bawah Genetic-UNR International Program. Sampai saat ini Yayasan Jagadhita – Universitas Ngurah Rai memiliki Pusat Bahasa dan Genetic-UNR International Program. Kedua unit ini berada di bawah payung baru, Centre for International Programs and Training, yang dibentuk oleh Yayasan Jagadhita. Genetic-UNR International Program menyelenggarakan program yang modulnya disiapkan di Singapura oleh Genetic Computer School (GCS) tetapi seluruh instrukturnya berasal dari Bali (Indonesia). Para instruktur ini akan dilatih dan disertifikasi oleh Tim GCS untuk menjaga mutu program dan kompetensi lulusan. Program yang dikembangkan oleh Genetic-UNR International Program sangat bervariasi mulai dari kursus singkat 3 – 5 hari, program sertifikat sampai dengan program diploma 2 tahun sesuai dengan jenjang kepakaran IT yang hendak dikuasai oleh para peserta kursus. Dalam waktu dekat Genetic-UNR International Program akan menyelenggarakan sebuah seminar untuk mengupas betapa pentingnya peran teknologi informasi terutama yang berhubungan dengan media sosial. Jika dikelola dengan baik dan positif, sosial media dapat memberikan dampak sosial ekonomi yang sangat luar biasa bagi masa depan Indonesia. Tidak seperti sekarang media sosial telah banyak disalahgunakan untuk tujuan-tujuan yang berpotensi merusak tataran berbangsa dan bernegara. Jadi, pantau terus program-program baru dan praktis yang sedang disiapkan oleh tim Genetic-UNR International Program. Penandatangan MoU di atas merupakan tonggak penting bagi APBIPA Bali yang selama 19 tahun ini hanya berfokus pada program bahasa dan budaya. Kali ini APBIPA Bali mulai belajar tentang sesuatu yang baru – Teknologi Informasi. Kita tahu bahwa tahun ini APBIPA Bali memasuki usia 20 tahun sejak didirikan pada 1998 oleh para tokoh BIPA di Bali saat itu. Sempat terbengkalai hampir lima tahun tanpa terdengar kabar beritanya antara 2001 dan 2006 karena berbagai persoalan terutama pemahaman tentang misi ke depan yang harus dikerjakan. Satu per satu pendirinya mengundurkan diri karena berbagai alasan. Saat itu APBIPA Bali seperti balita tak terurus, telantar, dan tidak jelas masa depannya. Setelah muncul kembali sejak 2008 sampai dengan 2013 dengan berbagai program dan konsepnya: Trilogi Pengembangan BIPA nasional (2010) Program Sertifikat Guru BIPA Level 1, 2, 3, dan 4 serta Program Voluntir Guru BIPA, APBIPA Bali mulai mendapat ‘goncangan angin kencang’ dari berbagai arah. Berbagiai upaya pembusukan pun mulai terjadi dari berbagai lini terutama antara 2013 dan 2015. Program yang sudah mapan hampir saja rontok dan tim yang sudah solid pada akhirnya harus disusun ulang. Itulah siklus sebuah perjalanan dan perjuangan. Kebangkitan itu mulai tampak lagi ketika APBIPA Bali berhasil menjembatani pelaksanaan program musim panas dan program imersi Bahasa dan Budaya Indonesia dengan Critical Language Institute – Arizona State University sejak 2016. Hal ini lalu disusul oleh program musim panas dari CSEAS dari UCLA – Los Angeles. Terima kasih kepada para mitra dan sahabat yang masih setia. Mari terus bekerja untuk sebuah keyakinan akan kebenaran dan kemanfaatan tetapi bukan untuk kedudukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

View Mobile Site