http://apbipabali.org/10-tahun-program-sertifikat-guru-bipa-level-1-3/
10 Tahun Perjalanan Program Sertifkat Guru BIPA Level 1, 2, dan 3 Bipa 1Dimulai dari Lokakarya Metodologi Pengajaran BIPA Regional 1 pada 1997, APBIPA Bali bekerja sama denga IALF Bali untuk melatih guru-guru BIPA yang ada di Denpasar – melengkapi mereka dengan keterampilan metodologi pengajaran BIPA. Sampai pada 2005 Lokakarya ini dilaksanakan setiap tahun, apda hari Sabtu bulan Oktober atau November dalam rangka menyemarakkan bulan bahasa. Biasanya sekitar 50 peserta hadir dalam kegiatan tahunan ini. Pada 2006 APBIPA Bali mulai merancang program pelatihan guru secara lebih komprehensif. Dalam draftnya, program ini diberi nama Sertifikat Guru BIPA 1, 2, 3 yang diilhami oleh sejumlah program dengan nama yang mirip seperti RSA Certificate dan CertTESOL. Dengan total 40 jam belajar program ini pertama kali diluncurkan I Pusat Bahasa (sekarang Badan Bahasa) berupa pelatihan intensif semalam satu minggu (5 hari) kepada staf Pusat Bahasa yang membidangi unit BIPA serta staf Balai Bahasa dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Untuk program di Pusat Bahasa, kursus ini diberi nama Prasertifikasi Guru BIPA dengan harapan Pusat Bahasa akan segera mengambil langkah-langkah strategis untuk melakukan program sertifikasi guru BIPA. Namun, perubahan status Pusat Bahasa menjadi Badan Bahasa telah mengakibatkan program sertifikasi itu terhenti. Bipa 5APBIPA Bali tidak berhenti sampai di sini. Tim APBIPA Bali lalu memperkenalkan program ini dengan membuat kemasan ulang dengan nama Program Sertifikat Guru BIPA Level 1, 2, dan 3. Karena berbagai faktor di lapangan maka Tim APBIPA Bali melakukan penyesuaian dan perubahan. Perubahan pertama adalah mengurangi lama kursus dari 5 hari menjadi 3 hari – biasanya Rabu – Jumat. Perubahan ke dua adalah mengurangi jumlah jam belajar dari 40 jam menjadi 30 jam. Akibatnya, sejak 2010 program ini menjadi lokakarya selama 3 hari dengan 30 jam belajar sangat intensif. Sejak 2008 telah dilaksanakan sebanyak 30 kursus dengan jumlah peserta antara 28 – 34 peserta untuk setiap kegiatan. Jumlah alumi ini telah menyebar hamper ke sluruh Indonesia terutama di Pulau Jawa, Bali, Kalimantan, Lombok, Sulawesi, dan Maluku. Banyak di antara pada alumni kini sudah menjadi instruktur kursus serupa dengan nama kursus yang berbeda, namun dengan mengadopsi strategi pembelajaran yang diberikan khususnya dalam Program Sertifikat Guru BIPA Level 1. Banyak pembaruan yang telah dilakukan oleh APBIPA Bali: mengusulkan nama APBIPA Indonesia (1999) yang telah diubah menjadi APPBIPA (2016). Singkatan UKBIPA juga diusulkan oleh APBIPA Bali pada 2007 pada Diskusi Panel dalam Semiloka Internasional Pengajaran BIPA yang pertama di Hotel Grand Melia, Jakarta. Bipa 4Dalam perjalanannya APBIPA Bali kini telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan sejumlah lembaga termasuk: Sekolah Tinggi Pariwisata Bali (STPBI), Green School, Universitas Ngurah Rai, Universitas Dwijendra, dan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Di masa-masa yang akan datang APBIPA Bali akan secara terus-menerus melakukan program-program pemberdayaan guru BIPA melalui program peningkatan kompetisi profesi guru BIPA (BIPA Professional Development Programs) untuk mendorong terciptanya pembelajaran BIPA yang lebih profesional. Namun ingat, Program Sertifikat Guru BIPA Level 1-4 bukanlah program sertifikasi melainkan semacam professional development activities bagi mereka yang senantiasa ingin meningkatkan keterampilan dalam pengajaran BIPA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

View Desktop Site